Gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba saja ada tawaran dari Mas “Kuti” (Fary) untuk mereview buku barunya yaitu “55 Tip terbaik Google+” terbitan Elex Media Komputindo. Buat saya yang jam terbang menulisnya masih sangat-sangat pemula, diminta oleh seseorang yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis susah dibayangkan rasanya. Nano-nano deh !! Ada rasa seneng, bangga, dan puluhan rasa positif lainnya. Tetapi bersamaan dengan itu juga muncul rasa khawatir, gugup, stress dan ratusan rasa negatif-pun muncul. Terus terang, kayaknya rasa negatifnya lebih banyak dari rasa positifnya deh :)

Ini mungkin susah dibayangkan, tetapi buat para penggila bola nasional, mungkin bisa disamakan seperti diajak main bola bareng BP20, Diego Michels, atau Irfan Bachdim :) Kalo yang suka masak, mungkin kayak diajak masak bareng Farah Quinn kali ya! Pada intinya, diminta untuk mereview buku terbarunya Mas Kuti ini bener-bener sesuatu yang tidak bisa dianggap enteng.

Tetapi sekejap setelah mulai menuliskan posting ini, ada kecurigaan lain yang menyeruak. Bisa jadi permintaan menulis review tentang “55 Tip terbaik Google+” ini sebetulnya adalah semacam teguran dan ajakan halus buat saya dari Mas Kuti untuk mulai lagi menulis dari hati dan pikiran saya yang murni, tanpa embel-embel SEO, SERP ataupun keuntungan finansial dari kegiatan online. Sesuatu yang terus terang memang telah lama saya tinggalkan.

Apapun itu, saya akan mencoba melakukan review atas buku terbaru Mas Kuti ini, yaitu “55 Tip terbaik Google+” semampu saya. Semoga saja review ini akan berguna bagi siapapun yang sedang mencari cara terbaik untuk untuk mengoptimalkan fasilitas terbaru dari Google, yaitu Google+.
——————————————————-

GooglePlus

GooglePlus

1. Tampak Luar
Saya menyukai desain cover dari buku “55 Tip terbaik Google+” ini yang didominasi warna putih dan warna-warna khas Google. Mengesankan bersih dan simple. Langung mengingatkan kita pada laman pencarian Google yang simpel dan langsung pada intinya (”straight-to-the-point”).

Tetapi saya tidak bisa berkata yang sama untuk pemilihan jenis kertas yang digunakan. Saya terus terang akan lebih menyukai kertas yang berwarna putih. Buat saya pribadi, saya lebih menyukai kertas yang berwarna putih untuk buku yang berbau teknologi, karena selain sesuai dengan warna cover-nya, menurut saya itu juga akan membuat kontras yang lebih baik dengan tulisan dan gambarnya. Ini akan membantu pembaca dalam memahami isi buku teknologi yang sering dikaitkan dengan susah dimengerti.

Tentu saja banyak pertimbangan dari Mas Fary atau Penerbit untuk menggunakan kertas yang berwarna coklat tetapi mempunyai bobot yang ringan untuk buku ini. Bisa jadi untuk menghemat biaya ataupun pertimbangan lain.

Walaupun begitu, ternyata kemudian saya menemukan bahwa warna kertas ini tidak terlalu mempengaruhi kualitas dari kontras huruf dan gambar yang ada pada buku ini.Saya mendapati bahwa huruf-huruf sangat jelas terbaca dan gambar bisa kita identifikasi dengan baik.

Jadi saya akhirnya berkesimpulan, warna kertas yang dipilih untuk buku inipun hanya menjadi masalah estetika kecil yang tidak mengganggu :P

2. Isi Buku
Buku ini sesuai judulnya, “55 Tip terbaik Google+”, menjabarkan 55 tip-tip yang bisa digunakan oleh pengguna Google+ untuk lebih meningkatkan pengalaman mereka menggunakan program Social Media terbaru andalan Google ini. Tip-tip itu seperti bagaimana cara membuat huruf tebal, miring, dan garis mendatar pada stream, ataupun mengintegrasikan Google+ dengan social media lainnya seperti Facebook dan Twitter. Tip bagaimana memasang, mengedit, dan menambahkan tag pada foto pada Google+ juga dijelaskan dengan lengkap pada buku ini.

Buat anda yang senang nge-blog, pada buku ini Mas Kuti juga menyertakan tip bagaimana memaksimalkan kemampuan Google+ untuk kegiatan blogging anda. Tip itu antara lain bagaimana menempatkan Google Plus Widget pada blog, menambahkan Tombol +1 pada blog, sampai membagi konten dan posting pada Facebook dan Twitter. Ini akan sangat berguna bagi blogger yang sangat mementingkan SEO bagi posting-postingnya.

Tip lain yang dibagi oleh Mas Kuti juga bagaimana mengelola Lingkaran, Notifikasi, menambahkan Google Translate, posting video, sampai bermain game.

Secara keseluruhan, saya mendapati bahwa tip-tip yang ada pada buku ini telah ditulis dengan jelas, sangat mudah diikuti, dan disertai dengan gambar-gambar yang memperjelas bagaimana melakukan tip tersebut. Two thumbs up, Mas Kuti !! d\(^ ^)/b

3. Sejumput Saran
Terus terang sampai saat saya membaca buku Mas Kuti ini, saya bukanlah pengguna intensif Google+. Saya lebih sering menggunakan Social Media yang lebih dulu populer, yaitu Facebook. Saya sudah lebih dulu terbiasa dengan fitur-fitur ataupun istilah-istilah yang digunakan di Facebook. Mungkin oleh karena itulah saya saat saya mencoba mencerna tip-tip pada buku ini, saya sering mengalami kesulitan untuk mengerti dengan cepat karena saya sering terjebak pada pola untuk membandingkan fitur-fitur pada Facebook dengan Google+ terlebih dahulu. Pola ini seperti sama dengan orang yang baru belajar bahasa baru di luar bahasa ibunya. Pada orang yang baru belajar bahasa inggris misalnya, bila dia ingin mengatakan “Saya ingin makan”, dia akan menerjemahkan kalimat itu kata perkata, dan bukan langsung per kalimat.

Jadi bila saya menemukan istilah “Stream” pada Google+ misalnya, saya akan mencari apa padanannya terlebih dahulu pada Facebook. Usaha yang sia-sia dan tidak adil sebetulnya karena Google+ mempunyai kekuatan dan keunikannya tersendiri tentu saja. Tapi apa daya karena pengaruh dan pesona Facebook terlanjur tertanam kuat, saya susah sekali merubah pola ini.

Mungkin karena itulah, saya berharap pada buku ini diberikan semacam bagian khusus di awal yang membahas istilah-istilah dan fitur-fitur yang umum digunakan pada Google+, dan (bila ada) padanannya dengan Facebook. Buat saya pribadi, bagian ini akan sangat membantu buat orang seperti saya yang baru mengenal Google+ :P

Selain itu, pada tip-tip tertentu dimana diperlukan untuk mengakses halaman intenet yang panjang, akan lebih baik bila digunakan fasilitas penyingkat URL. Misal pada Tip #4 mengintegrasikan Google+ dengan Facebook, dimana user perlu menginstal StartGooglePlus (SGPlus) pada browser Chrome atau Mozilla Firefox. Pada tip tersebut dituliskan kita perlu mengakses alamat URL “https://chrome.google.com/webstore/detail/hbgcgahdbgbdenffckohanhobdcnkoip#” (hal 7). Ini terus terang agak merepotkan buat saya. Ini juga terjadi pada Tip #16 (menambahkan pencarian Google+) dimana kita perlu mengakses alamat URL “https://chrome.google.com/webstore/detail/lgokneckoagpobobdfmiaflifhpbmfmd#”. Akan lebih baik menurut saya alamat tersebut bila itu bisa disingkat dengan fasilitas dari Bitly atau program penyingkat URL lainnya.
——————————————————-


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments



1 Comment so far

  1.    rumahkayu on December 12, 2011 07:26

    Makasi reviewnya sand, reviewnya keren!!!

    Tentang cover dan kertas, itu murni pilihan penerbit (Elex). Aku hanya kirim naskahnya saja, hehehe…

    Masukan soal istilah FB dan url panjang itu betul, dan semoga di buku lainnya akan diperbaiki…

    makasi sekali lagi ya… ~k

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind