Jul
9
Di atas bukit
dekat arena pertarungan
Tak jauh dari sana
Gadis tak bernama
bermata bintang
tetap tegak berdiri
terlindung di dalam bola energi
yang ditimbulkan dari
dadanya
pancaran dari
ketulusan hatinya
Kini
mata bintangnya
mencoba mencari
bayangan pemuda berbadan tegap
dan pemuda bermata teduh
Dimana mereka..?
Bahkan matanya
yang mampu menembus segala halangan
kesulitan menembus awan hitam
dalam serak debu di bawah sana
Dimana mereka?
Kian risau gelisah
dan degup jantung di dadanya
pun semakin mengencang
.
****
Di bawah sana
awan debupun mengendap
dan angin pun mulai
berhenti bergulung-gulung
perlahan
sinar mentaripun
menyiratkan sinar
menerangi apa yang
gelap di bawah sana
terpampanglah
suatu pemandangan
yang sangat luar biasa
sebuah pedang raksasa
terhujam tegak
di atas
sebuah bola hitam
mengkilat
bola hitam dari
lipatan bayangan hitam
dari 3 kepala ular hitam
pedang raksasa
tepat menusuk
ketengah bola hitam raksasa
kini
bola hitam itupun
seperti seonggok kebab
daging hitam
yang sedang dibakar
di atas panggangan
nun jauh di atas langit sana
pemuda berbadan tegap
masih melayang tinggi di udara
matanya tajam
bagai elang pemangsa
mengawasi buruannya
***
Di atas bukit
gadis tak bernama
bermata bintang
merasakan anomali
di hatinya
ia bingung
dan resah
dibalik
aura kemenangan
pemuda berbadan tegap
ia tetap merasakan
hawa jahat dan dingin
yang merambat
dan makin menguat
Bukankah pedang
pemuda berbadan tegap
tepat menusuknya ?
Mengapa risau ini terus melanda
dan malah semakin menghebat ?
dan kekhawatirannya
pun tiba-tiba terjawab
***
Retakan
tiba-tiba muncul
di permukaan pedang raksasa
dan sekonyong-konyong
pedang raksasa pun melebur
dan melumat
dalam serpihan-serpihan
debu
berterbangan
ke semua penjuru angin
hanya sebilah pedang panjang
yang tersisa
tapi itupun
kini berubah…
ia yang dulunya
memancarkan sinar dan kilap
bagai sinar bulan
kini berubah
menjadi hitam pekat
bagai malam tanpa bulan dan bintang
dan tanpa tanda sebelumnya
di atas sana
pemuda berbadan tegap
seketika terjatuh
seperti dihantam
kekuatan tak kasat mata
ia pun jatuh bebas
seperti daun kering
menuju bumi
yang tandus
***
Melayang
..
melayang
pikiran
dan warna
kelam
dan hitam pun
mulai menyelimuti
pandangan pemuda berbadan tegap
kelebatan pikiranpun melanda
Sungguh lihai Ular hitam
Ia sengaja membiarkanku
memembus bola energi mereka
dengan begitu
mereka bisa menyerangku balik
dan memasukkan hawa dingin beracun
lewat pedang panjangku
pedang panjangku
yang menjadi sebagian jiwaku
Kini aku telah terkena racunnya
Sekilas bagai petir
bayangan
gadis tak bernama
bermata bintang
pun melintas
Maafkan aku.
dan tubuh pemuda berbadan tegap pun
menghantam bumi!!!
.
***
.
TIDAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK. !!!!!!!!
TIDAK TIDAK TIDAK.!!!!
.
dan
Gadis tak bernama
bermata bintangpun
kembali berderap
dan berlari
turun
meninggalkan jejak
air mata
bagai alir sungai mutiara di udara
***
(BERSAMBUNG)
Comments
4 Comments so far




Aduh, masa sad ending sih…
Gadis tak bernama bermata bintang, saya udah jatuh cinta sama tokoh ini.
semoga saja tidak ya…ilhamnya masih terus jalan nih…
masak ? sudah jatuh cinta dengan gadis tak bernama bermata bintang ? wah anda merupakan korban juga ya ternyata ?!?
weittzz.. udah mulai dgn kalimat yg makin uehemm
hehehehe… apa yang dimaksud dengan makin “uehemm” itu ?
Sigit nakal..bikin orang deg degan aja.. d.~
nggak kok. saya tidak nakal, hanya bandel saja…
[...] My Blog | My life | My thought | My way Cerita Kungfu - Kitab … [...]