Di atas bukit
dekat arena pertarungan

Tak jauh dari sana
Gadis tak bernama
bermata bintang
tetap tegak berdiri

terlindung di dalam bola energi
yang ditimbulkan dari
dadanya

pancaran dari
ketulusan hatinya

Kini
mata bintangnya
mencoba mencari
bayangan pemuda berbadan tegap
dan pemuda bermata teduh

Dimana mereka..?

Bahkan matanya
yang mampu menembus segala halangan
kesulitan menembus awan hitam
dalam serak debu di bawah sana

Dimana mereka?

Kian risau gelisah
dan degup jantung di dadanya
pun semakin mengencang

.

****

Di bawah sana
awan debupun mengendap
dan angin pun mulai
berhenti bergulung-gulung

perlahan
sinar mentaripun
menyiratkan sinar
menerangi apa yang
gelap di bawah sana

terpampanglah
suatu pemandangan
yang sangat luar biasa

sebuah pedang raksasa
terhujam tegak
di atas
sebuah bola hitam
mengkilat

bola hitam dari
lipatan bayangan hitam
dari 3 kepala ular hitam

pedang raksasa
tepat menusuk
ketengah bola hitam raksasa

kini
bola hitam itupun
seperti seonggok kebab
daging hitam
yang sedang dibakar
di atas panggangan

nun jauh di atas langit sana
pemuda berbadan tegap
masih melayang tinggi di udara

matanya tajam
bagai elang pemangsa
mengawasi buruannya

***

Di atas bukit
gadis tak bernama
bermata bintang
merasakan anomali
di hatinya

ia bingung
dan resah

dibalik
aura kemenangan
pemuda berbadan tegap

ia tetap merasakan
hawa jahat dan dingin
yang merambat
dan makin menguat

Bukankah pedang
pemuda berbadan tegap
tepat menusuknya ?

Mengapa risau ini terus melanda
dan malah semakin menghebat ?

dan kekhawatirannya
pun tiba-tiba terjawab

***

Retakan
tiba-tiba muncul
di permukaan pedang raksasa

dan sekonyong-konyong
pedang raksasa pun melebur
dan melumat
dalam serpihan-serpihan
debu
berterbangan
ke semua penjuru angin

hanya sebilah pedang panjang
yang tersisa

tapi itupun
kini berubah…

ia yang dulunya
memancarkan sinar dan kilap
bagai sinar bulan
kini berubah
menjadi hitam pekat
bagai malam tanpa bulan dan bintang

dan tanpa tanda sebelumnya
di atas sana
pemuda berbadan tegap
seketika terjatuh
seperti dihantam
kekuatan tak kasat mata

ia pun jatuh bebas
seperti daun kering
menuju bumi
yang tandus

***

Melayang
..

melayang

pikiran

dan warna
kelam
dan hitam pun
mulai menyelimuti
pandangan pemuda berbadan tegap

kelebatan pikiranpun melanda

Sungguh lihai Ular hitam

Ia sengaja membiarkanku
memembus bola energi mereka

dengan begitu
mereka bisa menyerangku balik

dan memasukkan hawa dingin beracun
lewat pedang panjangku

pedang panjangku
yang menjadi sebagian jiwaku

Kini aku telah terkena racunnya

Sekilas bagai petir
bayangan
gadis tak bernama
bermata bintang
pun melintas

Maafkan aku.

dan tubuh pemuda berbadan tegap pun
menghantam bumi!!!

.

***
.

TIDAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK. !!!!!!!!

TIDAK TIDAK TIDAK.!!!!
.
dan
Gadis tak bernama
bermata bintangpun
kembali berderap
dan berlari
turun
meninggalkan jejak
air mata
bagai alir sungai mutiara di udara

***

(BERSAMBUNG)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments



4 Comments so far

  1.    bintangtimur on July 9, 2009 08:57

    Aduh, masa sad ending sih… :( Gadis tak bernama bermata bintang, saya udah jatuh cinta sama tokoh ini.

    semoga saja tidak ya…ilhamnya masih terus jalan nih…
    masak ? sudah jatuh cinta dengan gadis tak bernama bermata bintang ? wah anda merupakan korban juga ya ternyata ?!? :P

  2.    matanaga on July 9, 2009 13:02

    weittzz.. udah mulai dgn kalimat yg makin uehemm ;)
    hehehehe… apa yang dimaksud dengan makin “uehemm” itu ? :)

  3.    'dee on July 9, 2009 19:49

    Sigit nakal..bikin orang deg degan aja.. d.~

    nggak kok. saya tidak nakal, hanya bandel saja… :P

  4.    Football » Blog Archive » Cheesecake Crystal Skull Perisai on July 15, 2009 12:38

    [...] My Blog | My life | My thought | My way Cerita Kungfu - Kitab … [...]

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind