Once upon a time
in a small planet called earth
long long time ago

***

Di tengah awan cendawan hitam
pemuda bermata teduh
semakin merasakan
hawa dingin
merasuk
kedalam aliran darahnya
dari udara dingin
dan napas yang ditariknya

walaupun
rasa nyeri ditubuhnya
terasa semakin kuat
pandangan matanya
tetap tajam
dan
tetap gesit
ia bergerak
dan menghindar
sambil menyusupkan serangan
energi airnya

sesekali terlihat
tongkat bambunya
membuat perisai energi air
menghadang serangan kepala ular hitam

tetapi sungguh kuat
serangan bayangan kepala ular hitam

perisai airpun
tidak bisa bertahan
dari 2 kali serangan

serangan pertama beku akan meretakkannya
dan hujaman kedua dingin akan menghancurkannya
bagai hantaman martil kepada lilin

walau begitu
pemuda bermata teduh
tetap deras
menyusulkan serangan bola air energi
yang terlontar
dari tongkat bambu
di genggamannya

tetapi itu
semua seakan tidak ada artinya
bagi bayangan hitam
kepala ular hitam

bayangan hitam
kepala ular hitam
tetap gesit bergerak menekan
dan hawa dinginpun
semakin rapat menghimpit udara

tak terasa
ribuan juruspun
telah terlontar

***

Sementara itu
di atas sana

pemuda berbadan tegap
tegak melayang di udara
di dalam bola energi
dari ratusan dan ribuan
bayangan pedang yang melingkarinya

butiran keringat
mulai membanjiri wajahnya
yang tampan

butir air keringat
itupun membeku
putih serbuk espun
memutihkan wajahnya

retakan kecil
di bola perisai pedang
ternyata semakin melebar

dan sementara itu
serangan ratusan kawanan pedang
tidak mempengaruhi
bayangan kepala ular hitam

pemuda berbadan tegap sadar
jurusnya tidak berguna

pandangan mata
pemuda berbadan tegap
menyipit

dan perlahan
bola energi pedangnya
pun membesar

dan
tiba-tiba
pemuda berbadan tegap
berteriak bergemuruh!!

Ia dan pedang panjangnya
melayang tinggi..

makin tinggi
ia
di angkasa
tak terjangkau
oleh bayangan hitam
kepala ular hitam

dan
gerakan serangan pedang
yang menyengat kepala ular hitam
bagai kawanan lebah marah
berhenti..

ratusan bayangan pedang
kini berubah arah

bayangan ratusan pedang
kini bergerak tinggi ke angkasa

sekilas
meraka bagai kawanan burung-burung
yang terbang tinggi di angkasa

tegak lurus menusuk langit
tinggi ke langit

cepat dan pasti
bagai tunas muda pohon oak
saat pertama sinar matahari
di awal musim panas

menyibakkan awan gelap
membukakan jalan
bagi sinar hangat mentari

bayangan kepala ular hitam
pun kini tegak memandang

matanya yang hitam dingin
awas melihat gerakan aneh
bayangan ratusan pedang
di angkasa

***

Sadar bahwa saudara mudanya
menyiapkan serangan andalan

pemuda bermata teduh
pun bersiap

tegap berdiri
ia kini
kokoh di tanah
di kelilingi oleh
bola energi airnya

tongkat bambunya
kokoh tertanam

bola energi air
kini semakin membesar

kabur terlihat
dua bayangan hitam
kepala ular hitam
terus menyerang

tetapi serangan itu kini
terus termentahkan
oleh bola energi air
yang terus membesar

pemuda bermata teduh
memejamkan matanya

perlahan
ia terus menarik
energi air
dari tanah di bawah kakinya

***

Tersadar
lawan tarungnya
menyiapkan jurus baru

dua bayangan hitam
kepala ular hitampun
kini tegak membeku

awas
sepasang matanya
yang hitam dingin
mengawasi
pemuda bermata teduh
di dalam lingkupan
bola energi airnya

perlahan
ketiga bayangan hitam
kepala ular hitam
pun menarik diri

mereka bersiap
menghadapi serangan
andalan
dua pendekar di hadapannya

***

Di atas bukit
gadis tak bernama
bermata bintang
tetap tegak berdiri
memandang
jalan pertarungan
di bawah sana

bahkan dari jarak sejauh ini
ia bisa merasakan

hawa pertarungan
hampir mencapai puncaknya

perlahan
bibir indahnya pun kembali tergigit

dan resahpun
semakin melingkupi
hatinya yang lembut

(BERSAMBUNG)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments



5 Comments so far

  1.    matanaga on July 7, 2009 11:49

    bola energi..
    suatu ungkapan yg seeppp! ;)
    hehehehe… makasih atas pujiannya :) Makasih mau mampir kesini lagi

  2.    an9el on July 7, 2009 12:28

    kenapa hatinya resah??? apakah dia menyesal????
    ayo lanjuuuut :D
    yuk lanjut juga …. :P

  3.    ruanghati on July 7, 2009 14:14

    duh ada apa dengan gadis tak bernama itu?

    kutunggu kelanjutan kisah yg menggugah ini .
    :-)
    waduh, pertama kali ini ada yang ngomong kalo kisah ini menggugah.. terima kasih sekali ya…

  4.    bintangtimur on July 9, 2009 08:49

    Ketinggalan cerita nih… :)
    belum kok.. tenang aja.. makasih mau mampir kesini

  5.    Indostats.com on July 29, 2009 07:46

    wah, sepertinya menarik untuk diikuti. cari dulu yang bagian pertama :)

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind