Jul
7
Once upon a time
in a small planet called earth
long long time ago
***
Di tengah awan cendawan hitam
pemuda bermata teduh
semakin merasakan
hawa dingin
merasuk
kedalam aliran darahnya
dari udara dingin
dan napas yang ditariknya
walaupun
rasa nyeri ditubuhnya
terasa semakin kuat
pandangan matanya
tetap tajam
dan
tetap gesit
ia bergerak
dan menghindar
sambil menyusupkan serangan
energi airnya
sesekali terlihat
tongkat bambunya
membuat perisai energi air
menghadang serangan kepala ular hitam
tetapi sungguh kuat
serangan bayangan kepala ular hitam
perisai airpun
tidak bisa bertahan
dari 2 kali serangan
serangan pertama beku akan meretakkannya
dan hujaman kedua dingin akan menghancurkannya
bagai hantaman martil kepada lilin
walau begitu
pemuda bermata teduh
tetap deras
menyusulkan serangan bola air energi
yang terlontar
dari tongkat bambu
di genggamannya
tetapi itu
semua seakan tidak ada artinya
bagi bayangan hitam
kepala ular hitam
bayangan hitam
kepala ular hitam
tetap gesit bergerak menekan
dan hawa dinginpun
semakin rapat menghimpit udara
tak terasa
ribuan juruspun
telah terlontar
***
Sementara itu
di atas sana
pemuda berbadan tegap
tegak melayang di udara
di dalam bola energi
dari ratusan dan ribuan
bayangan pedang yang melingkarinya
butiran keringat
mulai membanjiri wajahnya
yang tampan
butir air keringat
itupun membeku
putih serbuk espun
memutihkan wajahnya
retakan kecil
di bola perisai pedang
ternyata semakin melebar
dan sementara itu
serangan ratusan kawanan pedang
tidak mempengaruhi
bayangan kepala ular hitam
pemuda berbadan tegap sadar
jurusnya tidak berguna
pandangan mata
pemuda berbadan tegap
menyipit
dan perlahan
bola energi pedangnya
pun membesar
dan
tiba-tiba
pemuda berbadan tegap
berteriak bergemuruh!!
Ia dan pedang panjangnya
melayang tinggi..
makin tinggi
ia
di angkasa
tak terjangkau
oleh bayangan hitam
kepala ular hitam
dan
gerakan serangan pedang
yang menyengat kepala ular hitam
bagai kawanan lebah marah
berhenti..
ratusan bayangan pedang
kini berubah arah
bayangan ratusan pedang
kini bergerak tinggi ke angkasa
sekilas
meraka bagai kawanan burung-burung
yang terbang tinggi di angkasa
tegak lurus menusuk langit
tinggi ke langit
cepat dan pasti
bagai tunas muda pohon oak
saat pertama sinar matahari
di awal musim panas
menyibakkan awan gelap
membukakan jalan
bagi sinar hangat mentari
bayangan kepala ular hitam
pun kini tegak memandang
matanya yang hitam dingin
awas melihat gerakan aneh
bayangan ratusan pedang
di angkasa
***
Sadar bahwa saudara mudanya
menyiapkan serangan andalan
pemuda bermata teduh
pun bersiap
tegap berdiri
ia kini
kokoh di tanah
di kelilingi oleh
bola energi airnya
tongkat bambunya
kokoh tertanam
bola energi air
kini semakin membesar
kabur terlihat
dua bayangan hitam
kepala ular hitam
terus menyerang
tetapi serangan itu kini
terus termentahkan
oleh bola energi air
yang terus membesar
pemuda bermata teduh
memejamkan matanya
perlahan
ia terus menarik
energi air
dari tanah di bawah kakinya
***
Tersadar
lawan tarungnya
menyiapkan jurus baru
dua bayangan hitam
kepala ular hitampun
kini tegak membeku
awas
sepasang matanya
yang hitam dingin
mengawasi
pemuda bermata teduh
di dalam lingkupan
bola energi airnya
perlahan
ketiga bayangan hitam
kepala ular hitam
pun menarik diri
mereka bersiap
menghadapi serangan
andalan
dua pendekar di hadapannya
***
Di atas bukit
gadis tak bernama
bermata bintang
tetap tegak berdiri
memandang
jalan pertarungan
di bawah sana
bahkan dari jarak sejauh ini
ia bisa merasakan
hawa pertarungan
hampir mencapai puncaknya
perlahan
bibir indahnya pun kembali tergigit
dan resahpun
semakin melingkupi
hatinya yang lembut
(BERSAMBUNG)
Comments
5 Comments so far




bola energi..
Makasih mau mampir kesini lagi
suatu ungkapan yg seeppp!
hehehehe… makasih atas pujiannya
kenapa hatinya resah??? apakah dia menyesal????
ayo lanjuuuut
yuk lanjut juga ….
duh ada apa dengan gadis tak bernama itu?
kutunggu kelanjutan kisah yg menggugah ini .

waduh, pertama kali ini ada yang ngomong kalo kisah ini menggugah.. terima kasih sekali ya…
Ketinggalan cerita nih…
belum kok.. tenang aja.. makasih mau mampir kesini
wah, sepertinya menarik untuk diikuti. cari dulu yang bagian pertama