Gue dulu pernah membaca tulisan seseorang, betapa bahagianya mempunyai seseorang yang mencintai kita dengan tulus.
Itu memang benar.
Dulu, gue mengira bahwa cinta seperti itu hanya bisa kita dapatkan dari
keluarga inti kita. Siapa lagi coba yang mau menerima segala kekurangan kita selain kakek, nenek, ayah, ibu, kakak dan adek kita ? Merekalah yang dengan sabar selalu menerima kita kembali setelah semua kebengalan dan ulah yang kita buat.
Merekalah yang selalu siap menampung semua keluh kesah kita. Merekalah juga selalu mensupport kita dalam kemenangan dan kekalahan hidup kita. Tulus. Tanpa pretensi.
Setelah gue menikah, gue menambahkan istri gue dalam list di atas.
Seseorang yang tanpa-nya, hidup ini tidak akan sama lagi. Dari dia, gue juga mendapatkan cinta yang tulus itu. Pasrah. Total.
Akhirnya, gue menambahkan seseorang lagi dalam list di atas.
Anak gue.
Kemaren sore, entah kenapa, saat gua baru pulang dan sedang istirahat di kursi sambil santai melihat TV, tiba2 dia datang dari belakang dan mencium pipi gue. Kemudian dia memandang gue lama. Tanpa bicara, tanpa kata2 kemudian lari lagi ke dalam kamar.
Tentu saja, sebagai orang tua, gue sayang anak gue, dan selama ini gue juga merasakan dalam hati kalo anak gue sayang gue. Tapi gue selalu mengira bahwa anak gue masih terlalu kecil untuk mengerti dan membalas itu. Momen kemaren itu rasa2nya benar membekas di hati dan merubah persepsi gue.
Sekali lagi, gue merasakan cinta tulus itu.




Entries (RSS)
October 16th, 2008 at 13:38
wah hanya bisa ngebayangin gue
btw, lebih seneng mana dicium pipi ama anak dr belakang, apa dicium 4 artis cantik dr depan-belakang-kanan-kiri di bagian selain pipi
Hehehe… makanya buruan jek..
OOT, kalo situasi kayak gitu ya gue pasrah aja deh jek…
October 16th, 2008 at 20:26
hmmhhh… jaga yang bener ya mas keluarganya… berikanlah cinta untuk orang2 yang bener… (say no to selingkuh…)
ehm ehm.. iya mbak terima kasih atas input-nya. Selingkuh ? wah saya mah sadar diri mbak. Ngurusin istri satu, bini satu aja udah susah, masak mau ditambah lagi dengan urusan ribet bin ruwet kayak gitu. Mending ngerjain yang lain aja deh….
November 3rd, 2008 at 12:01
mas…
kata mother theresa :
do not think that love, in order to be genuine, has to be extra ordinary. what we need is to love without getting tired.
dan ini:
to receive anything, one must open one’s hand and give (taisen deshimaru)
jadi…
aku yakin… rasa kedekatan, dan rasa sayang yang tulus, itu bisa didapatkan lebih dari keluarga inti… — kalo bisa menghayati , lalu mengamalkan, dua quotes yg di atas itu… barangkali, setelah itu akan ada tambahan sahabat, yang juga kita sayangi dan menyayangi kita dengan tulus ? hopefully…
salam !
bagus sekali kata2nya… terima kasih atas sharingnya
November 6th, 2008 at 17:34
omong2, sudah dihayati dan diamalkan belum kiat yg ini?
sudah sukses dapat cinta-yang-tulus baru dari para teman dan sahabat belum ?
dengan sangat menyesal, gue jawab belum
terima kasih untuk mengingatkan